Pak Asikin, seorang Guru SD yang kreatif namun pelupa, suatu saat mendongeng pada murid-muridnya. “Anak-anak… Di sebuah hutan di suatu masa ada pemuda yang suka berburu bernama Malin Kundang …” Seorang muridnya yang kritis, tahu kalau Pak Asikin keliru, sehingga ia menyela “Maaf, Pak… Pemburu itu “kan mestinya bernama…”

“Sssttt … Jangan memotong dulu … Kalau mau bertanya nanti saja …” sergah Pak Asikin. “Nah, saya teruskan ya … Suatu hari si Malin Kundang sedang berburu, dan di tengah hutan ada suatu telaga. Nah di tengah telaga itu dia melihat 7 bidadari sedang mandi … Dia pun mengintip ke-7 bidadari itu dari balik sebuah pohon besar”

Sementara murid-muridnya mulai senyam-senyum, sadarlah Pak Asikin bahwa ia keliru. Tapi ia terlalu gengsi untuk mengakui kesalahannya. Setelah berpikir sejenak, ia pun mendapat ide …

“Namun kemudian salah seorang bidadari terkejut melihatnya dan berseru : ‘Hei Malin Kundang, ngapain kamu di situ …Seharusnya kan Jaka Tarub yang ngintip kami di situ … ‘”